Berkontribusi sesuai kadar

Let’s sit down for a little fireside chat and discuss all things SCADA and ICS with an eye towards increasing our knowledge to the point where we can confidently say: “I’m not an expert at everything, I can help some, may we work together on a solution?” It’s time to stop being a CyberDouche and start being a positive contributor. Learn some truth, look behind the curtain, bust some FUD, Oh – and make government agents have kittens. That’s fun for everyone.

Tulisan dari James Arlen diatas memulai obrolan kali ini. Saya kurang tau isi lengkap dari tulisan diatas, tetapi tulisan tersebut sanggup membuat saya ingin membuat sebuah artikel.

Kita sering mendengar kata-kata, “gwe bisa sih tapi gak jago”, atau “kayaknya gwe bisa deh tapi gimana yah takut salah ah” dsb..dsb… sekarang saatnya kita berhenti jadi orang yang kalah sebelum bertanding, dan mulai berfikir menjadi seorang kontributor sesuai kemampuan. Kita sering (entah bagaimana dan kenapa) beranggapan ucapan atau nasihat dari seseorang atau suatu itu merupakan sesuatu yang benar sedangkan yang diluar dari itu merupakan sesuatu yg salah. Saya gak bilang pemikiran diatas salah, Cuma…. Ada kalanya kita mencoba sesuatu diluar kebiasaan, kita gak akan pernah tau apakah yang kita kerjakan itu benar atau salah kalo gak dicoba dulu.

Menjadi kontributor, baik itu berupa ide, saran, kritik atau apapun juga menurut saya lebih baik dibanding sikap menyepelekan. Dengan menjadi seorang kontributor maka secara tidak langsung kita semua tetap menghidupkan sebuah ide dan bahkan tidak menutup kemungkinan memunculkan ide-ide baru yang sejalan atau berbeda sama sekali dengan ide awal. Menurut saya, IDE akan muncul dengan adanya diskusi-diskusi, tetapi diskusi akan monoton jika semua orang mencoba hal yang sama. Oleh sebab itu diperlukan usaha mencoba dengan gaya yang berbeda sehingga timbul hal-hal yang bisa dibicarakan untuk memperoleh jalan keluar atau pencerahan atas masalah yang muncul sebelumnya.

Menjadi kontributor tidak perlu harus ahli, jadilah kontributor sesuai kemampuan. Jadilah orang yang mengerti akan batasan diri sendiri, tidak perlu melihat orang lain. Peningkatan kualitas seorang kontributor akan terlihat seiring berjalannya waktu, dan orang lain akan melihat kualitas tersebut. Mulailah dari sekarang untuk berbagi pengetahuan, berbagi pengalaman entah itu pengalaman bagus, jelek, buruk dll, karena disetiap pengalaman ada pelajaran yang bisa diambil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *