Bandwidth Management di Google Chrome Mobile Edition

Tanggal 15 Januari 2014 yang lalu, Google kembali meluncurkan inovasi terbaru untuk pengguna browser Google Chrome di perangkat bergerak/smartphone. Kali ini yang diluncurkan adalah bandwidth management yang berdasarkan keterangan Google dapat mereduksi penggunaan data internet pada saat melakukan browsing sampai dengan 50%. Secara teknis pada dasarnya fitur bandwidth management ini menggunakan proxy server milik Google di mana proxy server Google secara aktif dan terus menerus melakukan kompresi dan optimisasi sehingga dalam prosesnya anda tidak langsung berhubungan dengan website yang anda akses, melainkan melalui proxy server milik Google tersebut terlebih dahulu.

Dengan adanya kompresi dan optimisasi website melalui proxy server Google, website yang anda kunjungi dapat terakses lebih cepat dan bahkan kompresi yang dilakukan oleh Google juga sampai ke tayangan gambar yang berbasis JPEG dan PNG yang dikonversi oleh Google menjadi format Google’s WebP.

Keunggulan lain menggunakan fitur ini di Google Chrome mobile adalah selain mereduksi penggunaan data internet anda juga akan terhindar dari kemungkinan mengakses website yang mengandung malware, karna sejauh ini sistem anti-malware Google sudah cukup teruji.

Untuk menggunakan fitur tersebut, anda terlebih dahulu harus meng-download aplikasi Google Chrome Mobile,  lalu memilih opsi Settings” > “Bandwidth management” > “Reduce data usage”.

Bagi anda yang amat concern  dengan privacy dan keamanan data pribadi, menggunakan fitur ini akan sedikit mengekspos data anda, karena apa yang anda akses melalui fitur ini tentunya akan tercatat dengan baik oleh Google. Untuk itu, kebijakan anda dalam menggunakan fitur ini perlu diperhatikan secara baik.

 

Happy Birthday Google Play

gplay

image from googleblog

Saat Steve Jobs (RIP) berkata “Stay Hungry, Stay Foolish”, mungkin dia sudah tahu bahwa kalimat tersebut akan di quote oleh banyak orang dan menjadi pijakan bagi orang lain dalam melakukan sesuatu.  Saya selalu berfikir tentang kemudahan, menjauhkan dari keruwetan dan kesulitan bila mendengar kalimat tersebut.

“stay foolish” menurut saya menjadi patokan bahwa kita dalam membuat sesuatu harus melihat dari sisi pemakai, perlunya membuat sebuah produk semudah mungkin bagi pemakai membuat mereka merasa dimanja oleh produk tersebut.

Saat ini, saya merasakan salah satu perusahaan yang menerapkan kemudahan untuk pemakai-nya adalah Google. Hampir semua orang di dunia ini menggunakan produk dari Google, mulai dari mesin pencari, email, youtube, hingga pengolahan dokumen. Satu tahun lalu, Google memberikan satu layanan baru bagi pelanggannya dinamakan Google Play.

Google Play membuat akses menuju digital entertainment menjadi lebih mudah dilakukan. Pengguna dapat membaca buku di tablet, mendengarkan musik di smartphone dan komputer, atau menonton film di tiga device tersebut tanpa kesulitan berarti. Google Play tumbuh dengan cepat, memberikan kita konten dari seluruh dunia dengan berbagai bahasa pendukung, selain itu Google Play juga menawarkan lebih dari 700.000 aplikasi dan permainan. (more…)

Evernote Indonesia Meet Up

Beberapa bulan yang lalu, via twitter, saya dihubungi oleh Sartika Kurniali penulis buku “Mengingat Segalanya dengan Evernote” untuk berbagi pengalaman menggunakan Evernote. Kebetulan saya memang sudah lama sekali menggunakan Evernote untuk berbagai keperluan jadi dengan senang hati akan berbagi pengalaman menggunakan Evernote tersebut. Sebagai kelanjutan dari buku tersebut, Minggu, 17 Februari 2013,  sehari setelah peluncuran buku Mengingat Segalanya dengan Evernote, di adakan acara Evernote Indonesia Meet Up di @america, Pacific Place. Acara ini juga dihadiri Troy Malone, General Manager Asia-Pasifik Evernote.

(more…)

[EVENT] MagNetComm – Bekasi : Cloud Computing Security & Wireless 5,8 Ghz

Hari Minggu tanggal 9 Desember 2012, Sebuah komunitas di daerah bekasi mengadakan sebuah hajatan yang lumayan besar. Margahayu Network Community atau yang disingkat MagNetComm mengadakan workshop gratis dengan tema “Cloud Computing Security & Wireless 5,8 Ghz”. Komunitas ini cukup aktif dengan misi mereka untuk memberikan pengetahuan seputar dunia IT kepada siapa saja, tidak hanya kepada masyarakat di lingkungan mereka tinggal tetapi juga banyak kawan-kawan dari luar margahayu yang datang untuk mengikuti diskusi dan seminar.

(more…)

Bocornya UDID Apple Tanggung Jawab Siapa? Perlindungan Privacy?

Siapa yang tak kenal dengan AntiSec hackers yang selalu hadir dengan “hacking”-an yang penuh sensasi dan kontroversial? Kali ini mereka hadir lagi dengan menyebarkan informasi mengenai 12 juta Apple UDID yang berhasil mereka peroleh. Kali ini yang menjadi sensasi adalah bukan hanya UDID yang diperoleh, tapi dimana mereka memperoleh UDID itu. Konon katanya, mereka memperoleh Apple UDID itu dari sebuah laptop milik anggota FBI yang berhasil mereka crack dengan memanfaatkan vulnerability Java.  Wow…mirip cerita dibuku-buku yang penuh teori konspirasi kan? Oh iya, UDID ini semacam identitas yang terdiri dari 40 karakter unik yang melekat pada tiap perangkat Apple yang gunanya antara lain mengidentifikasi perangkat tersebut di dalam sistem-nya Apple.

(more…)

Mengenal lebih dekat dengan kartu memori Secure Digital

Mengenal lebih dekat dengan kartu memori Secure Digital. Saat ini banyak sekali produk-produk elektronik yang menggunakan kartu memori untuk penyimpanan data. Kartu memori hadir dalam berbagai kapasitas penyimpanan, kecepatan dan ukuran yang berbeda yaitu SD, miniSD dan microSD. Dengan begitu banyak pilihan, penting untuk memahami kartu memori SD mana yang sesuai dan dapat bekerja maksimal untuk perangkat yang anda miliki.

Sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh SD Card Association (SDA), SDA menggolongkan beberapa kartu Secure Digital (SD Card) yaitu :

  1. SD Card Standart Capacity (SDSC) yang berkapasitas maksimal 2 GB.
  2. SD Card High Capacity (SDHC) yang berkapasitas 2 – 32 GB.
  3. SD Card Extended Capacity (SDXC) yang berkapasitas diatas 32 GB sampai 2 TB (more…)