Mengenal User Account Control (UAC) pada Windows Vista & 7

User Account Control (UAC) merupakan fitur teknologi keamanan dari Microsoft yang ditanamkan ke dalam Sistem Operasi (OS) Windows Vista dan versi selanjutnya. UAC dibuat untuk mencegah terjadinya perubahan (baik sengaja maupun tidak disengaja) yang dilakukan oleh user kedalam sistem komputer, dimana terdapat kemungkinan perubahan tersebut dapat mengganggu sistem yang sedang berjalan.

Pola Kerja User Account Control (UAC)

Dalam menjalankan tugasnya, UAC akan merespon beberapa aktifitas tertentu dari User dalam penggunaan komputer yang dianggap UAC berpotensi atau bisa dipastikan akan berpengaruh terhadap konfigurasi sistem Windows, konfigurasi User Account, ataupun konfigurasi instalasi Program, sehingga menimbulkan perubahan konfigurasi yang tidak diinginkan yang pada akhirnya berpotensi menciptakan ketidakstabilan hingga kerusakan sistem secara keseluruhan.UAC akan mem-blok aktifitas yang dianggap berbahaya tersebut dan akan memberikan konfirmasi setelah men-cek tingkatan user account yang anda pakai, adapun konfirmasi tersebut berupa :

  • Bila user account yang anda pakai adalah Administrator atau yang memiliki hak setingkat administrator, maka UAC hanya menampilkan konfirmasi saja dimana isinya menanyakan apakah user ingin melanjutkan aktifitas tersebut atau membatalkannya.

  • Bila user account yang anda pakai adalah user biasa, maka UAC akan meminta otorisasi setingkat administrator (dengan cara memasukan password) untuk dapat melanjutkan aktifitasnya.

Bila User tersebut tidak bisa memasukkan Password Administrator dengan benar, maka UAC akan memblokir aktifitasnya dan menganggap User tersebut sebagai unauthorized person yang tidak memiliki tingkatan hak akses dan kontrol administratif sesuai yang telah ditentukan, dan aktifitasnya dianggap sebagai illegal operation, sehingga dia tidak diperkenankan untuk melakukan aktifitasnya tersebut. Dengan demikian, terlihat jelas bahwa UAC ikut berperan sebagai Windows Gate Guardian yang ditugaskan dan difungsikan untuk menangkal masuknya program-program yang bersifat mengganggu semacam virus atau malware lainnya, dan mencegahnya tereksekusi dan menyebar ke dalam komputer yang dilindunginya. Selain itu, UAC ini juga bisa menjadi solusi sederhana yang relatif cukup baik untuk menghindari dan mencegah instalasi program yang tidak diinginkan/diperkenankan oleh Administrator.

Aktifitas User Yang Memicu Respon UAC (UAC Prompts)

Berikut adalah Aktifitas-Aktifitas User yang membuat UAC menampilkan Jendela Otorisasi (Authorization Windows) dan Jendela Konfirmasi (Confirmation Window):

  1. Instalasi, Reinstalasi, dan Deinstalasi Software/Program
  2. Instalasi Driver untuk Hardware
  3. Instalasi ActiveX Controls
  4. Mengubah (Modify), Menghapus (Delete), Menyalin (Copy), dan Mengganti (Replace) File atau Folder pada Folder Windows dan Program Files
  5. Perubahan Konfigurasi UAC
  6. Perubahan Konfigurasi User Accounts
  7. Penambahan User Accounts ataupun Penghapusan User Accounts
  8. Klik “Run As Administrator” Guna Menjalankan Sebuah Program
  9. Perubahan Konfigurasi pada Windows Firewall
  10. Perubahan Konfigurasi pada Windows Update
  11. Me-Restore Sistem yang terBackup dengan WIndows System Restore
  12. Menjalankan Tugas-tugas otomatis (Task) yang sudah terjadwal dengan Task Scheduler
  13. Melihat atau Mengubah File dan Folder User Lain.
  14. Memperbaiki Network Connection yang membutuhkan IP Address Baru
  15. Konfigurasi Parental Control

Cara Mengaktifkan dan Menonaktifkan UAC

Setelah mengetahui fungsi dan manfaat dari UAC seperti yang tertulis di atas, kemungkinan besar Anda tidak akan berpikiran untuk menonaktifkannya. Untuk apa mematikan UAC? UAC memang jelas sangat bermanfaat bagi Administrator atau pemilik komputer, namun perlu diingat bahwa keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan, banyak orang yang tidak suka repot dengan gangguan pertanyaan, dan bagi para Installer, pengaktifan UAC yang akan terus-menerus ‘bertanya’ kepada Mereka permasalahan otorisasi (authorization) hanya akan merepotkan saja. Namun yang mungkin menjadi pertanyaan balik dari Microsoft kepada Mereka: “Bila Anda semua mematikan UAC pada komputer Anda, Apakah Anda semua siap ‘membayar mahal harganya’?, Apakah Anda semua mau komputer Anda diobok-obok orang lain, diinfeksi virus, atau disusupi trojan?”

I. Menonaktifkan UAC pada Windows Vista

  1. Buka Control Panel, Ketikan “UAC” pada search box. akan muncul link menuju menu untuk mengaktifkan / menonaktifkan UAC. Klik Link tersebut.
  2. howtogeek.com

  3. Pada layar selanjutnya, hilangkan tanda checklist pada box yg menunjuk “Use User Account Control (UAC)”, lalu tekan tombol OK
  4. howtogeek.com

  5. Restart komputer anda.

II. Menonaktifkan UAC pada Windows 7

  1. Sama seperti vista, masuk pada control panel, Ketikan “UAC” pada search box. akan muncul link menuju menu untuk mengaktifkan / menonaktifkan UAC. Klik Link tersebut.
  2. howtogeek.com

  3. Pada Windows 7 anda akan dipermudah lagi, karena pada tahap ini anda hanya perlu memastikan hingga tahapan mana UAC akan diberlakukan dengan cara menaikan atau menurunkan slider. Jika anda ingin mematikan fitur UAC maka cukup turunkan sampai bawah slider tersebut.
  4. howtogeek.com

  5. Restart komputer anda.

Konfigurasi user menggunakan UAC

Sangat disarankan untuk membuat Standard Account User selain Account Pertama yang dibuat pada proses instalasi Windows Vista. Dimana User account yang dibuat saat instalasi merupakan account yang secara default dan otomatis menjadi Administrator Account dan merupakan pemilik komputer itu sendiri.

Manfaat pembuatan dan keberadaan Standar User Account ini untuk tujuan keamanan untuk menghindari dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti perubahan ilegal pada konfigurasi sistem Windows, konfigurasi User dan konfigurasi instalasi seluruh program (yang telah dibuat Administrator) oleh siapapun juga yang tidak memiliki/diberikan hak akses dan kontrol komputer oleh Administrator.

Untuk aktivitas penggunaan komputer sehari-hari, terutama yang berkaitan dengan dunia luar seperti kegiatan browsing, chatting, atau berkirim email melalui jaringan lokal atau internet, pemilik komputer sangat disarankan untuk tidak Log In dengan menggunakan Administrator Account-nya, namun dengan menggunakan Standard Account User yang memiliki tingkatan hak akses dan kontrol komputer hampir setara dengan Administrator Account, dengan tetap diberikan pembatasan-pembatasan hak tertentu.

Disinilah peran UAC tampak sangat menonjol, dimana UAC akan meminta otorisasi dan request Hak sebagai Administrator kepada Administrator yang telah menggunakan Standard Account. Tentu saja Administrator akan mudah sekali melewati proses otorisasi ini karean tidak akan menemui kesulitan memasukkan passwordnya sendiri yang telah ia buat untuk Login dengan Account Standard User Account. Lain halnya bilamana seseorang lain yang tidak dikenal, walau misalnya telah berhasil membajak Standard Account User sekalipun, ia akan tetap kesulitan melewati proses otorisasi dari UAC karena tidak memiliki hak setingkat Administrator dan tidak memiliki password Administrator yang valid untuk melakukan restricted activities.

Bahan – bahan pendukung:

Wayan.web.id

howtogeek.com

terimakasih untuk artikel dan gambar yang luar biasa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *