Waspada dalam Berbelanja dengan Menggunakan Kartu dan Uang Elektronik


Image : Diambil dari sini

Masyarakat saat ini sudah harus lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, baik itu belanja dengan cara tunai maupun dengan menggunakan kartu kredit, kartu debet ataupun uang elektronik yg lebih dikenal dengan istilah e-money.

Kita tentu masih ingat dengan ramai-nya berita tentang hilangnya uang nasabah dari beberapa bank terkenal di indonesia, berita ini membuat masyarakat menjadi takut atau ragu-ragu untuk menyimpan uangnya di bank. Sisi baik dari kejadian tadi adalah semakin banyaknya masyarakat yang mulai sadar bahwa selama ini posisi nasabah selalu dalam keadaan lemah yang dalam artian bahwa bila terjadi suatu masalah, pihak bank selalu manganggap kesalahan ada pada pihak nasabah.

Benarkah begitu ? Beberapa komunitas TI tidak menganggap demikian. Banyak yang beranggapan bahwa selama ini pihak bank tidak terlalu banyak memberikan pengetahuan atau edukasi mengenai bagaimana cara menggunakan dan memperlakukan uang yang disimpan oleh nasabah dengan baik dan benar. Pihak bank seharusnya wajib memberikan pengetahuan mengenai baik-buruk, keuntungan dan kerugian dari produk yang mereka tawarkan kepada para nasabahnya. Karena hal di atas, maka pihak bank saat ini mulai giat memberikan edukasi mengenai cara yang benar dalam membelanjakan uang bagi para nasabah melalui berbagai jalan seperti seminar, flyer, brosur dll, sehingga dapat menekan terjadinya kesalahan seperti yang terjadi beberapa saat yang lalu .

I. Apa itu Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK)

Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APKM) adalah alat pembayaran yang berupa Kartu Kredit, Kartu ATM, dan/atau Kartu Debet. Pada saat ini, APMK merupakan sarana pembayaran yang cukup populer digunakan oleh masyarakat saat ini, penggunaan-nya bisa melalui mesin ATM dan mesin EDC (Electronic Data Capture) yang keberadaan-nya sudah tersebar dan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. Transaksi yang dapat dilakukan dengan APMK antara lain transaksi pembayaran, penarikan tunai maupun pemindahan dana.

II. Pilih Kartu Kredit, kartu ATM atau Kartu Debet ?

Kartu Kredit, Kartu ATM dan Kartu ATM memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda-beda dalam pemakaiannya. Berikut karakteristik masing-masing kartu :

1. Kartu Kredit

  • Memberikan kemudahan dalam berbelanja tanpa perlu membawa uang tunai.

  • Dana untuk bertransaksi berasal dari fasilitas pinjaman (kredit) yang diberikan penerbit kartu.

  • Dikenakan biaya tahunan.

  • Dikenakan bunga jika membayar setelah batas waktu atau secara angsuran.

  • Persyaratan kepemilikan atara lain pendapatan minimum dan batas usia tertentu.

2. Kartu ATM

  • Memberikan kemudahan dan kecepatan bertransaksi melalui mesin ATM seperti tarik tunai, transfer antarbank.

  • Dana untuk bertransaksi berasal dari rekening simpanan pemegang dan akan berkurang secara otomatis.

  • Dikenakan biaya untuk transaksi tertentu seperti transfer antarbank dan biaya administrasi.

  • Persyaratan kepemilikan harus memiliki rekening simpanan di bank penerbit.

3. Kartu Debet

  • Memberikan kemudahan dalam berbelanja tanpa perlu membawa uang tunai.

  • Dana untuk bertransaksi berasal dari rekening simpanan dan akan berkurang secara otomatis.

  • Dikenakan biaya administrasi.

  • Persyaratan kepemilikan harus memiliki rekening simpanan di bank penerbit.

Sejak tanggal 1 Januari 2010 semua kartu kredit yang diterbitkan oleh penerbit di Indonesia dan digunakan untuk bertransaksi di Indonesia harus menggunakan chip. Penggunaan chip ini dapat mengurangi resiko terjadinya pemalsuan kartu dan pencurian data identitas pada kartu atau yang sering dikenal dengan istilah skimming. Penggunaan chip ini juga dapat meningkatkan efisiensi karena chip dilengkapi dengan aplikasi yang bersifat multifungsi dan dapat menyimpan lebih banyak informasi / data.

Penggunaan kartu dengan magnetik stripe masih dapat dilakukan apabila kartu kredit yang diterbitkan oleh penerbit di indonesia tersebut digunakan di negara lain yang belum mengimplementasikan teknologi chip, demikian pula sebaliknya untuk kartu kredit yang diterbitkan oleh penerbit luar negeri dan masih menggunakan magnetic stripe masih bisa di proses di Indonesia dengan syarat segala resiko akibat pemalsuan data menjadi tanggung jawab penerbit kartu kredit yang bersangkutan.

Bagai mana perbedaan kartu kredit model chip dan model magnetic stripe dalam penggunaan-nya ? Untuk model chip transaksi tidak lagi dengan cara di gesek melainkan dengan cara di-dip. Bila anda dalam bertransaksi masih menggunakan mekanisme lama yaitu di gesek, berarti kartu kredit anda belum menggunakan chip. Segera minta penggantian kartu anda kepada bank yang menerbitkan kartu tersebut.

III. Kiat Aman Menggunakan APMK

1. Kartu Kredit

  • Simpan dengan aman semua kartu dan nomor rekening bank anda.

  • Sebelum membuang dokumen keuangan anda, pastikan dokumen keuangan tersebut dihancurkan terlebih dahulu.

  • Simpan lembar tagihan kartu kredit anda dengan aman.

  • Pastikan anda mengambil kembali kartu kredit anda serta bukti pembayaran setiap selesai bertransaksi.

  • Jika anda sering melakukan transaksi secara online di internet, install software pengaman pada komputer anda untuk mengurangi kemungkinan pembajakan.

  • Gunakan password yang tidak mudah diketahui orang lain untuk melindungi data internet banking dan rekening bank anda.

  • Gunakan situs belanja online yang dapat dipercaya.

2. Kartu ATM / Debet

  • Nasabah sebaiknya mengganti PIN secara berkala dan hindari penggunaan PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir dan nomor telepon.

  • Melindungi kerahasian PIN dengan menutup dengan tangan ketika memasukan PIN atau gunakan mesin ATM yang telah memakai PIN cover atau yang telah dilengkapi dengan anti skimming.

  • Jangan memberitahukan PIN anda kepada orang lain.

  • Simpan kartu ATM di tempat yang aman, jika kehilangan kartu segera hubungi no telepon darurat institusi keuangan yang menerbitkan kartu anda. Biasanya tertera pada sisi belakang kartu.

  • Waspadalah terhadap lingkungan sekeliling mesin ATM dan perhatikan kondisi fisik mesin ATM, Jika terdapat alat yang mencurigakan, jangan melakukan transaksi pada mesin tersebut dan segera melaporkan kepada pihak berwajib.

  • Setelah anda menarik tunai dana anda, segera ambil kembali kartu ATM dan simpan bukti transaksi ATM anda.

IV. Kiat Aman Menggunakan Uang Elektronik (E-money)

  • Pastikan dana tersedia di dalam uang elektronik anda saat melakukan transaksi, karena pemakaian uang elektronik akan langsung mengurangi nilai yang tersimpan dalam uang elektronik anda.

  • Pastikan anda mengambil kembali uang elektronik setelah pemakaian.

  • Selalu cek jumlah nilai di uang elektronik anda, hal ini untuk mengantisipasi pemakaian yang tidak anda lakukan.

  • Simpan uang elektronik anda di tempat yang aman, jika uang elektronik anda hilang atau di curi segera laporkan ke bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan uang elektronik anda.

Dengan data-data diatas, sudah sewajarnya bila kita sebagai nasabah melindungi kartu dan uang elektronik sebagaimana kita melindungi uang tunai. Kita harus menjaga kartu yang dimiliki seperti layaknya kita menjaga dompet yang berisi uang tunai. Jadi Ingat…!! apapun produknya, pastikan manfaatnya, pahami resikonya dan perhatikan biayanya.

Bahan :

Brosur “A Way to make Payment”. Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran Biro Pengembangan dan kebijakan Sistem Pembayaran, www.bi.go.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *