Categories
Admin's Note Artikel Website

Admin’s Note: Merespons celah PHP2Shell (CVE-2026-109618/109619, CVSS 9.2)

Catatan admin Neoteker merespons celah PHP2Shell (CVE-2026-109618/109619, CVSS 9.2): backup via cPanel, upgrade PHP 7.4 ke 8.4, aktifkan ulang ekstensi, dan update WordPress ke 7.1.3.

Ngomongin keamanan, tidak ada istilah “nanti saja”. Tanggal 21 Oktober 2026 kemarin keluar patch untuk celah PHP yang diberi nama PHP2Shell (CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619). Skornya juga tidak main-main, CVSS 9.2, dan jenisnya unauthenticated remote code execution. Artinya, penyerang tidak perlu login dulu untuk bisa menjalankan kode di server. Detail lengkapnya bisa dibaca di advisory dari CERT-EU.

Pihak hosting juga mengumumkan bahwa PHP di bawah versi 8.2 termasuk yang rentan dan versi yang lebih baru di server mereka sudah di-patch. Nah, masalahnya website Neoteker waktu itu masih jalan di PHP 7.4 yang sudah EOL. Mau tidak mau, harus segera di-upgrade.

Artikel ini kami jadikan catatan atau dokumentasi apa saja yang kami lakukan pada 22 Oktober 2026, siapa tahu berguna buat teman-teman yang mengalami hal serupa.

Kondisi Awal

Sebelum mulai, kondisi website kurang lebih seperti ini:

  • PHP 7.4 (EOL dan rentan)
  • WordPress 7.1.1 (sudah ada update)
  • Belum ada backup sama sekali. JetBackup kosong dan fitur backup di Softaculous dinonaktifkan. Yap, ini jelas PR buat kami.

Langkah 1: Backup Dulu!

Aturan nomor satu sebelum mengganti versi PHP: backup. Karena fitur backup Softaculous tidak aktif, kami pakai menu Backup di cPanel. Yang di-backup adalah home directory (179 MB) dan 4 database MySQL, lalu file backup-nya kami cek integritasnya untuk memastikan tidak korup.

Langkah 2: Catat Ekstensi PHP yang Aktif

Sebelum pindah versi, catat dulu ekstensi apa saja yang aktif di PHP 7.4. Ini penting karena saat pindah versi, ekstensi yang sudah kita aktifkan tidak ikut terbawa.

Langkah 3: Upgrade PHP 7.4 ke 8.4

Melalui PHP Selector di cPanel, versi PHP kami ubah dari 7.4 ke 8.4. Kenapa tidak langsung ke 8.5? Kami memilih 8.4 demi kompatibilitas plugin, terutama Elementor Pro.

PHP Selector di cPanel dengan versi 8.4 (current)

Ekstensi default di PHP 8.4 ternyata lebih sedikit, jadi kami aktifkan lagi ekstensi berikut:

gd, fileinfo, imagick, intl, mbstring, nd_mysqli, nd_pdo_mysql, opcache, sodium, zip

Yang paling krusial adalah nd_mysqli. Kalau lupa diaktifkan, WordPress tidak bisa konek ke database dan ujung-ujungnya error 500.

Langkah 4: Cek Website

Setelah ganti versi PHP, kami cek beranda dan salah satu post (/ssh-2fa/). Keduanya merespons HTTP 200 tanpa error.

Beranda Neoteker setelah pindah ke PHP 8.4

Langkah 5: Update WordPress

Sekalian bersih-bersih, WordPress kami update dari 7.1.1 ke 7.1.3 melalui Softaculous. Setelah itu website dicek ulang dan semuanya normal, status WordPress pun sudah “Up to date”.

Softaculous: upgrade WordPress berhasil

Pelajaran yang Bisa Diambil

  • Selalu backup sebelum ganti versi PHP. Kalau fitur backup Softaculous mati, pakai cPanel Backup.
  • Saat lompat versi PHP, ekstensi tidak ikut terbawa. Cek dan aktifkan lagi, terutama mysqli, supaya tidak kena error 500.
  • Versi PHP terbaru tidak selalu jadi pilihan terbaik. Pastikan plugin yang dipakai sudah kompatibel.

Yes! Website Neoteker sekarang sudah jalan di PHP 8.4 dan WordPress 7.1.3. Semoga catatan kecil ini bisa membantu teman-teman yang website-nya masih jalan di PHP versi lama. Jangan tunggu sampai kena, segera upgrade!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *